Minggu, 06 Januari 2013

ATEMO KLEWER: SEBUAH PARODI

/35/
Pada suatu ketika ATEMO KLEWER menemukan sebuah botol. Setelah digosok-gosok langsung mengkilap *eh, langsung keluar om JIN. Selanjutnya langsung saja ke TKP ....

TKP:
- JIN: Aku beri 3 permintaan
- ATEMO KLEWER: Aku pengen ganteng, pengen istri cantik, pengen kaya
- JIN: Hahaha itu gampang, niiiiih (dijatukanlah berkarung-karung uang)
- ATEMO KLEWER: Apa-apa'an ini? Apakah kau tidak mendengarkan permintaanku?
- JIN: Justru dengan uang itu semua permintaanmu akan terkabul. Dengan uang itu, (1) pergilah ke MATASHA, CARISSA, atau ABC untuk perawatan wajahmu agar menjadi tampan, *yo minimal ketok resik lah hahaha. Jika ingin lebih hemat, beli saja krim2 onlen. Pasti wajahmu akan putih seketika *Ning gulune tetep ireng hahahaha. (2) Dengan uang itu, wanita cantik pun akan segera menghampirimu. Setelah wanita itu menjadi istrimu, uang itu bisa buat modal membiayai perawatan wajah istrimu juga *Untuk beli krim pagi siang sore malam yg mahal beud itu hahaha (3) Uang itu bisa untuk modal usaha jika kamu ingin lebih kaya *usaha donk, loe pikir kaya itu pemberian gue?
- ATEMO KLEWER: Oke Om jian .. makacih eeaaa ..

Rabu, 02 Januari 2013

SEBUAH KISAH KUNANG

/33/




SEBUAH KISAH KUNANG
 


Hmmmmm…….
Di sekitar rumahku udah gak ada kunang-kunang. Mungkin karena harga BBM mahal? Jadi dia gak bisa menyalakan lampunya, sedangkan kalau pake gas dia gak kuat bawa tabungnya,  terus kalau pake aki dia mungkin takut kesetrum ….

Ckckckckck …..
Sayang, keinginannya untuk memberi kisah pada pekat malam harus terbatasi kebijakan pejabat. Hingga hanya kenangan yang mampu menceritakan redup sinar kesederhanaan di bawah egoisnya terang merkuri

Sebuah Perenungan

/31/



Nasehat Bapak begitu karib dengan Tuhan,
sementara Ibu tersenyum dan mengaimini

/29/
Mendung, pantas saja siang mulai redup
terik mentari pun memudar terguyur rintik hujan
secangkir kopi menjadi sangat pantas untuk bersulang
namun dengan siapa?
sementara aku sendiri termangu pada sudut keheningan
aku hanya berteman dengan perenungan-perenungan
namun, kopi tetaplah kopi
pahit ku teguk saat dingin
pun demikian dengan angan
sementara hujan selalu menyisakan kesejukan
pun demikian dengan kenyataan
/28/

Pasca lelapku, malam dan embun menjadi sangat karib
bersua ketika fajar tiba
bersama menyambut kabut
sesaat berpisah berganti hangat mentari
Namun, embun tak pernah ingkar
bercengkrama di akhir malam
kemudian hilang menyisakan kesejukan

Selasa, 11 Desember 2012

/27/

Ketika orang tua kita berbincang dengan rekan sejawat, teman, sahabat atau siapa pun terkadang memperbincangkan kita sebagai anaknya. Mereka saling berlomba membanggakan tentang kita (anak). Kemudian saya berpikir, seandainya sampai detik ini saya belum bisa menjadi kebanggan bagi mereka, setidaknya saya tidak ingin mengecewakan mereka.
/26/
Tentang pemikiran orang di pedesaan (di daerah saya):

Aku: "Pak kok putrine mboten diken neruske kuliah?" *secara ekonomi bapak tersebut mampu
Bapak x: "Walah mas, wong wedok sekolah dhuwur nggo ngopo? Sesuk sekolah dhuwur nek wes dadi yo mung dipek uwong"

Saya rasa tidak sesederhana itu, Banyak yang bisa didapatkan dari kuliah. Selain ilmu, kedewasaan berpikir, teman dan koneksi jg bisa didapatkan yang kedepannya bs menjadi rekan kerja. Dan yang paling penting, sebagai anak wanita lulusan perguruan tinggi tentu nilai tawar/ jual (derajat) nya lebih tinggi jika dibandingkan dengan tidak kuliah. Hal itu berarti, calon suami dan calon mantu yg bisa didapatkan juga akan lebih berkelas..