Senin, 13 Mei 2013

APA YANG DIMAKSUD SLANG, JARGON, DAN REGISTER?


/48/

APA YANG DIMAKSUD SLANG, JARGON, DAN REGISTER?
oleh Rahmat Hidayat, S.Pd.

A.      Definisi dan Contoh Slang
Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya mengenai definisi bahasa Slang, antara lain:
1.        A. Chaer dan L. Agustina (2010: 67) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan slang adalah variasi sosial yang bersifat khusus dan rahasia. Artinya, variasi ini digunakan oleh kalangan tertentu yang sangat terbatas, dan tidak boleh diketahui oleh kalangan di luar kelompok itu. Oleh karena itu, kosakata yang digunakan dalam slang ini selalu berubah-ubah. Slang memang lebih merupakan bidang kosakata daripada bidang fonologi maupun gramatikal. Slang ini bersifat temporal; dan lebih umum digunakan oleh para kaula muda, meski kaula tua pun ada pula yang menggunakannya. Karena slang ini bersifat kelompok dan rahasia, maka timbul kesan bahwa kesan bahwa slang ini adalah bahasa rahasinya para pencoleng dan penjahat, padahal sebenarnya tidakklah demikian. Faktor kerahasiaan ini menyebabkan pula kosakata yang digunakan dalam slang seringkali berubah.
2.        Ghil'ad Zuckermann (an Israeli linguist): "slang refers to informal (and often transient) lexical items used by a specific social group, for instance teenagers, soldiers, prisoners and thieves”. (Sumber: yahooanswer)
3.        B. Spolsky (1998: 35) The importance of language in establishing social identity is also shown in the case of slang. One way to characterize slang is as special kinds of “intimate” or in-group speech. Slang is a kind of jargon marked by its rejection of formal rules, its comparative freshness and its common ephermerality, and its marked use to claim solidarity.

Contoh slang yang digunakan kalangan pencopet antara lain sebagai berikut.
1.      Gerobak                      : Mobil
2.      Kim-kiman                  : Emas
3.      Jengkol                        : Jam
4.      Botol                            : Hand phone
5.      Cacing                         : Kalung
6.      Gasbuk                        : Mabuk

B.       Definisi dan Contoh Jargon
Kita sering mendengar istilah Jargon, terutama pada media masa dengan menggunakan kata-kata asing dalam mengungkapkan sesuatu. A. Chaer dan L. Agustina (2010: 68) menjelaskan bahwa jargon adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas oleh kelompok-kelompok sosial tertentu. Ungkapan yang digunakan seringkali tidak dapat dipahami oleh masyarakat umum atau masyarakat di luar kelompoknya. Namun, ungkapan-ungkapan tersebut tidak bersifat rahasia.
Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia, jargon adalah kosakata khusus yang digunakan dibidang kehidupan (lingkungan) tertentu. Nuryadi (melalui Robins 1992: 62) mendifinisikan jargon adalah laras bahasa yang sengaja dipakai oleh kalangan tertentu tetapi tidak dipahami oleh kalangan di luar kalangan tersebut. Jargon biasanya berkenaan dengan kosa kata khusus yang digunakan dalam bidang kehidupan tertentu. Kadang istilah jargon membuat kita bingung, karena sebenarnya jargon merupakan jenis kata atau kalimat berbicara yang digunakan dalam kelompok orang-orang tertentu dalam bidang yang sama, yang mungkin tidak diketahui oleh orang lain.

Contoh yargon antara lain sebagai berikut.
1.        Kelompok montir atau perbengkelan ada ungkapan–ungkapan seperti roda gila, didongkrak, dices, dibalans, dan dipoles.
2.        Kelompok tukang batu dan bangunan ada ungkapan, seperti disipat, diekspos, disiku dan ditimbang.

C.      Definisi dan Contoh Register
Chaer dan Agustina (2010: 68) menjelaskan bahwa register biasanya dibicarakan berdasarkan penggunaan, gaya, atau tingkat keformalan, dan sarana penggunaan. Variasi bahasa berdasarkan bidang pemakaian ini adalah menyangkut bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang apa. Sebagai contoh, bidang sastra atau jurnalistik, militer, pertanian, pelayaran, perekonomian, perdagangan, pendidikan, dll. Variasi bahasi ini paling tampak yaitu pada kosakata.

Contoh register antara lain sebagai berikut.
1.        Kata “operasi” yang digunakan oleh dokter, pencopet, dan supir angkot memiliki makna yang berbeda.
2.        Kata “kontrol” yang digunakan dalam sepak bola dan manajemen berbeda makna.
SUMBER REFERENSI

Chaer, Abdul dan Agustina, Leonie. 2010. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta

Depdiknas. 2007. Kamus Besar Bahasa  Indonesia Pusat Bahasa Edisi III. Jakarta: Balai Pustaka.

Nuryadi. Bahasa dalam masyarakat : Suatu kajian sosiolinguistik. (http://www.ejournal-unisma.net/ojs/index.php/makna/article/view/47/45) (diakses 3 Maret 2013).

Spolsky, Bernard. 1998. Sociolinguistics. Oxford: Oxford University Press



1 komentar: